Bepergian Ke Negeri Kafir Untuk Berdagang, Bolehkah?

274

Ustadz, saya sedang merintis bisnis ekspor-impor. Rekan bisnis saya dari berbagai negara. Ada yang dari Saudi, Qatar, Kuwait, namun ada juga yang dari China dan beberapa negara Eropa. Setelah berjalan beberapa lama, saya mendapatkan undangan untuk melihat langsung produksi barang yang saya impor dari negara-negara tersebut. Bolehkah saya mengadakan perjalanan ke negeri-negeri tersebut? Hal ini saya tanyakan karena saya pernah diberitahu oleh seorang kawan, seorang muslim tidak boleh bepergian ke negeri kafir. (Muji—Jakarta)


Para ulama sepakat, hukum asal bepergian dalam rangka berdagang adalah mubah, kecuali apabila dengan atau dalam safar tersebut seseorang terancam agama, kehormatan, atau dirinya. Di negeri kafir seperti China dan beberapa negara Eropa, kemaksiatan merajalela. Kemusyrikan, kekafiran, kesesatan, perzinaan, toko-toko yang menjual arak, rumah makan yang menjual makanan haram ada di mana-mana.

Banyak kasus, pemuda muslim yang bepergian ke negeri kafir, setelah beberapa saat berada di sana, ia jadi kehilangan keshalihannya. Bahkan ada yang murtad. Oleh karena itu, untuk bepergian ke negeri kafir, para ulama memberikan tiga syarat:

  • Hendaknya seseorang memiliki ilmu yang akan membentenginya dari syubhat
  • Hendaknya seseorang memiliki komitmen kepada agama yang kuat yang akan membentenginya dari syahwat
  • Hendaknya perjalanan itu untuk memenuhi sesuatu yang dibutuhkan: menuntut ilmu (teknologi) atau berdagang.

Jika seseorang memenuhi tiga syarat di atas, dibolehkan baginya mengadakan perjalanan ke negeri kafir. Wallahu a’lam. [tarjihfatwa.com]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.