Jenazah Korban Kebakaran, Bagaimana Cara Memandikannya?

1,747

Ustadz, telah terjadi kebakaran yang memakan korban seisi penghuni rumah. Kondisi jenazah sangat mengenaskan dimana jika dimandikan akan mengelupaslah daging-dagingnya. Apakah jenazah dalam kondisi seperti itu tetap harus dimandikan? (Andrie—Balikpapan)

 


 

Para ahli fikih menjelaskan, pada asalnya jenazah seorang muslim harus dimandikan sebelum dikafani, dishalati, dan dikubur. Jika dimandikan mendatangkan mudarat baginya atau tidak didapati air, maka harus ditayamumi. Caranya, orang yang hendak menayamuminya menepuk debu dengan kedua tangannya—bukan tangan jenazah—lalu mengusapkannya pada wajah dan kedua tangan jenazah, sama seperti jika ia bertayamum untuk dirinya sendiri.

Imam an-Nawawi menulis, “Apabila tidak memungkinkan untuk memandikan jenazah lantaran langka air atau jenazah terbakar yang apabila tetap dimandikan maka daging-dagingnya akan lepas, jenazah tidak perlu dimandikan tetapi ditayamumi. Tayamum ini wajib. Sebab ia adalah upaya mensucikan yang tidak berhubungan dengan menghilangkan najis sehingga wajib beralih kepada tayamum saat tidak mungkin menggunakan air.” (al-Majmu’ Syarhul Muhadzab, 5/128)

Ibnu Qudamah menyatakan, “Jenazah orang yang terkena virus berbahaya sehingga dagingnya mudah lepas, orang yang terbakar, dan orang tenggelam, jika memungkinkan untuk dimandikan harus dimandikan. Jika dikhawatirkan dagingnya akan lepas maka cukup disiram air, tidak perlu disentuh. Jika dikhawatirkan dagingnya akan lepas saat terkena air, maka ditayamumi, seperti orang yang hidup yang tidak dapat menggunakan air. Jika tidak didapati air, jenazah ditayamumi. Jika penggunaan air pada sebagian anggota badan tidak memungkinkan, maka yang memungkinkan dimandikan/disiram air sedangkan untuk yang tidak tersiram air jenazah ditayamumi.” (Al-Mughni, 2/209) Wallahu a’lam. []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.