Serial Tafsir Surat Al-‘Alaq: #2 Surat Al-‘Alaq Ayat 1

175

TAFSIR SURAT Al-‘ALAQ, AYAT 1

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan.
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Rabb saja yang Maha Pemurah,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran pena.
  5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-‘Alaq [96]: 1-5)

 

TAFSIR AYAT PERTAMA

Firman Allah,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan.”

Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk membaca wahyu Al-Qur’an, yang dibawa oleh Malaikat Jibril AS. Rasulullah SAW diperintahkan membaca wahyu Al-Qur’an, dengan menyebut nama Rabb. Ar-Rabb adalah salah satu nama Allah, dari sekian banyak nama Allah yang indah (al-asma’ al-husna).

Dalam bahasa Indonesia, istilah Rabb seringkali diterjemahkan dengan arti “Tuhan”. Terjemahan ini seringkali menimbulkan kerancuan, karena istilah Ilaah dalam bahasa Indonesia juga seringkali diterjemahkan dengan arti “Tuhan”. Meskipun Ar-Rabb dan Al-Ilaah adalah nama-nama Allah, namun keduanya memiliki makna sendiri-sendiri. Dalam surat An-Naas misalnya, disebutkan Allah adalah Rabb an-naas dan ilaah an-naas.

Allah adalah Ar-Rabb atau Rabb an-naas, artinya Allah adalah Dzat yang menciptakan seluruh makhluk, memberi mereka rizki, mendidik, menghidupkan, dan mematikan. Jadi Rabb memiliki makna dasar menciptakan, memberi rizki, mendidik, menghidupkan, dan mematikan.

Adapun Allah adalah Al-Ilaah atau Ilaah an-naas, memiliki makna Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah dan diibadahi oleh manusia, dan oleh seluruh makhluk di alam raya ini.

Jadi, dalam ayat pertama surat Al-Alaq ini, Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk membaca wahyu Al-Qur’an. Rasulullah SAW semula tidak bisa membaca dan menulis. Namun dengan kekuasaan Allah dan kasih sayang-Nya, melalui perantaraan pendiktean dan pembacaan oleh malaikat Jibril AS, akhirnya Rasulullah SAW mampu membaca dan menghafal wahyu Al-Qur’an. Bagi Allah Sang pencipta alam semesta, menjadikan Rasulullah SAW mampu membaca tentu bukan hal yang sulit.

Rasulullah SAW diperintahkan membaca wahyu Al-Qur’an. Dalam membaca wahyu Al-Qur’an, Rasulullah SAW diperintahkan untuk mengawalinya dengan membaca Ar-Rabb, nama Allah, Sang Pencipta. Hal ini mengandung beberapa pelajaran penting. Pertama, mengenalkan kepada umat manusia bahwa Sang Pencipta adalah Allah SWT. Kedua, penciptaan manusia sendiri dari semula tidak ada dan bukan apa-apa, menjadi sebuah makhluk yang sangat mulia, adalah nikmat Allah yang sangat besar. Ketiga, wujud syukur atas nikmat Allah tersebut harus diwujudkan dalam bentuk upaya sungguh-sungguh untuk mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya.

Para ulama menjelaskan bahwa kegiatan membaca (dan amal kebaikan selainnya) harus diawali dengan menyebut nama Allah, Ar-Rabb. Dengan bahasa yang lebih mudah, membaca dan amal kebaikan lainnya, harus diawali dengan membaca bismillahir rahmaanir rahiim (dengan menyebut nama Allah, yang MAha Pemurah, lagi Maha Penyayang).

Lebih lanjut, para ulama menjelaskan alasan semua kegiatan membaca dan amal kebaikan harus diawali dengan menyebut nama Allah. Pertama, lil-isti’anah, yaitu meminta pertolongan kepada Allah semata agar kegiatan membaca dan amal kebaikan lainnya berjalan dengan mudah dan lancer. Kedua, lit-tabarruk, yaitu agar kegiatan membaca dan amal kebaikan lainnya mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Perintah membaca wahyu Al-Qur’an dalam ayat pertama surat Al-‘Alaq ini ditujukan kepada Rasulullah SAW. Namun, kaum muslimin sebagai umat Rasulullah SAW juga mendapatkan perintah yang sama. Sebab, semua perintah Allah SWT kepada rasul-Nya pada dasarnya juga merupakan perintah Allah kepada umat Islam, selama tidak ada dalil syar’i yang mengkhususkan perintah tersebut bagi Rasulullah SAW sendiri.

 

PELAJARAN AYAT PERTAMA

Dari penjelasan ayat pertama ini, kita bisa menarik beberapa pelajaran berharga.

  1. Perintah kepada Rasulullah SAW dan umat Islam untuk membaca dan mempelajari wahyu Al-Qur’an.
  2. Kegiatan membaca dan amal kebaikan lainnya selayaknya diawali dengan nama Allah, Ar-Rabb, atau dengan kata lain: bacaan basmalah.
  3. Membaca dan mempelajari Al-Qur’an adalah nikmat yang sangat besar bagi kebahagiaan hidup manusia.
  4. Allah adalah Ar-Rabb, Sang Pencipta seluruh makhluk di alam raya.
  5. Proses penciptaan manusia adalah nikmat Allah yang wajib disyukuri.
  6. Kemampuan membaca adalah nikmat dari Allah, yang bisa diperoleh manusia melalui proses belajar.

Wallahu a’lam bish-shawab. [Abu Ammar]

 

Baca Serial Tafsir Surat Al-‘Alaq:    SERI #1 | SERI #2 | SERI #3 | SERI #4 | SERI #5 | SERI #6

 

REFERENSI

Ismail bin Katsir Ad-Dimasyqi, Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, Beirut: Darul Kitab Al-Arabi, cet. 1, 1432 H.

Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi, Al-Jami’ li-Ahkam Al-Qur’an, Beirut: Muassasah Ar-Risalah, cet. 1, 1427 H.

Muhammad bin Jarir At-Thabari, Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayyil Qur’an, Kairo: Dar Hajar, cet. 1, 1422 H.

Muhammad Thahir bin Asyur At-Tunisi, Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir, Tunis: Ad-Ad At-Tunisiyah, cet. 1, 1984 H.

Prof. Dr. Muhammad Wahbah Az-Zuhaili, At-Tafsir Al-Munir fil ‘Aqidah wa Asy-Syari’ah wa Al-Manhaj, Damaskus: Darul Fikr, cet. 10, 1430 H.

Prof. Dr. Abdurrahman bin Hasan Habannakah Al-Maidani, Tafsir Ma’arij At-Tafakkur wa Daqaiq At-Tadabbur, Damaskus: Darul Qalam, cet. 1, 1420 H.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.