Serial Tafsir Surat Al-‘Alaq: #4 Surat Al-‘Alaq Ayat 3

198

TAFSIR AL-‘ALAQ, AYAT 3

 

Tafsir Ayat Ketiga  

Allah SWT berfirman,

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

  1. Bacalah! Dan Rabb kamu saja yang Maha Pemurah,

 

Dalam ayat yang mulia ini, umat manusia secara umum dan kaum muslimin secara khusus, diperintahkan untuk membaca. Ini adalah perintah membaca untuk kedua kalinya, setelah perintah membaca yang pertama disebutkan dalam surat Al-Alaq ayat pertama. Kenapa perintah membaca diulang kembali dalam ayat ini?

Syaikh Musthafa Al-Maraghi dan Syaikh Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi menjelaskan bahwa membaca adalah kemampuan yang hanya bisa diperoleh manusia melalui proses latihan secara berulang-ulang. Keahlian membaca memerlukan pengulangan demi pengulangan, latihan demi latihan, tanpa kenal bosan dan jemu. Dengan selalu membaca dan gemar membaca, pada akhirnya manusia akan memiliki keahlian dalam membaca.

Pengulangan perintah untuk membaca dalam ayat ini juga mengandung pengulangan hal yang harus dibaca. Maksudnya, ayat ini juga mengandung perintah untuk berulang kali membaca dan mengkaji Al-Qur’an dan as-sunnah. Sebab, keduanya adalah wahyu Allah kepada Rasulullah SAW. Proses pembacaan Al-Qur’an secara berulang-ulang adalah sarana belajar yang efektif dan efisien. Rasulullah SAW pada awalnya adalah seorang yang buta huruf. Namun dengan membaca Al-Qur’an dan mengulangnya berulang kali, dalam banyak kesempatan, tanpa pernah bosan dan jemu, akhirnya beliau SAW sanggup membaca Al-Qur’an. Bahkan menghafal 30 juz Al-Qur’an. (Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi, Tafsir Mahasin At-Ta’wil, Juz IX hlm. 508)

Sebagian ulama tafsir berpendapat hal yang harus dibaca secara berulang-ulang dalam ayat ketiga ini bukanlah wahyu Al-Qur’an dan As-sunnah semata. Namun ia juga mencakup seluruh makhluk Allah di alam semesta ini. Maksudnya, manusia secara umum dan kaum muslimin secara khusus harus mempelajari dan meneliti alam semesta ini untuk mencapai ilmu pengetahuan yang luas.

Firman Allah SWT “Dan Rabb kamu saja yang Maha Pemurah” mengandung pengertian Allah SWT, Al-Khaliq, Tuhan Yang Maha Pencipta, adalah Dzat yang paling dermawan. Allah-lah tempat yang paling tinggi dan paling bisa diharapkan kedermawanan-Nya oleh seluruh makhluk. Allah SWT adalah Maha Pemurah. Allah melimpahkan karunia-Nya kepada seluruh makhluk-Nya tanpa sedikit pun rasa kikir. Allah Maha Kaya, tidak sekalipun merasa takut kekurangan dan miskin.

Sejak alam semesta diciptakan, hingga kelak saat kiamat terjadi, Allah terus-menerus melimpahkan berbagai karunia yang tidak terhitung jumlahnya kepada seluruh makhluknya. Manusia, jin, hewan, tumbuhan, dan makhluk lainnya senantiasa mendapatkan curahan karunia Allah SWt. Namun sedikit pun karunia Allah tersebut tidak mengurangi kekayaan dan kedermawanan Allah SWT. Allah lebih dermawan dari semua orang dermawan di muka bumi ini. Tiada seorang manusia pun yang mampu mendekati, apalagi menyamai, kedermawanan Allah SWT.

Para ulama menarik hubungan yang sangat erat antara pengulangan perintah membaca dengan kedudukan Allah sebagai Maha Pemurah dalam ayat ketiga ini. Syaikh Sayyid Hawa mengatakan, “Ayat ini merupakan janji Allah SWT bagi siapa saja yang membaca (mengkaji) alam semesta dan seluruh makhluk dengan nama Allah SWT, bahwa Allah akan melimpahkan kepadanya karunia yang agung. Yaitu, Allah akan membukakan untuk dirinya ilmu-ilmu yang belum Allah karuniakan kepada orang lain. Maka tiada seorang manusia pun yang membaca (mengkaji) alam semesta ini dengan nama Allah SWT, melainkan Allah akan memberikan kepadanya ilmu pengetahuan, yang besar maupun yang kecil.” (Sayyid Hawa, Al-Asas fi At-Tafsir, Juz XI hlm. 6601)

Wallahu a’lam bish-shawab. []

 

Baca Serial Tafsir Surat Al-‘Alaq:    SERI #1 | SERI #2 | SERI #3 | SERI #4 | SERI #5 | SERI #6

 

REFERENSI

Muhammad Thahir bin Asyur At-Tunisi, Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir, Tunis: Ad-Ad At-Tunisiyah, cet. 1, 1984 H.

Prof. Dr. Muhammad Wahbah Az-Zuhaili, At-Tafsir Al-Munir fil ‘Aqidah wa Asy-Syari’ah wa Al-Manhaj, Damaskus: Darul Fikr, cet. 10, 1430 H.

Prof. Dr. Abdurrahman bin Hasan Habannakah Al-Maidani, Tafsir Ma’arij At-Tafakkur wa Daqaiq At-Tadabbur, Damaskus: Darul Qalam, cet. 1, 1420 H.

Prof. Dr. Musthafa Muslim, At-Tafsir Al-Maudhu’i Li-Suwar Al-Qur’an Al-Karim, Sharjah: Jami’ah Ash-Shariqah, cet. 1, 1431 H.

Sa’id Hawa, Al-Asas fi At-Tafsir, Kairo: Darus Salam, cet. 1, 1405 H.

Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi, Tafsir Mahasin At-Ta’wil, Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, cet. 2, 1424 H.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.