Serial Tafsir Surat Al-‘Alaq: #6 Surat Al-‘Alaq Ayat 5

234

TAFSIR AL-ALAQ, AYAT 5

 

Allah SWT berfirman:

عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

  1. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak ia ketahui.

 

Ayat yang mulia ini kembali menyebutkan salah satu nikmat Allah lainnya kepada umat manusia. Nikmat tersebut adalah Allah mengajarkan kepada umat manusia perkara-perkara yang belum mereka ketahui. Inilah nikmat pengajaran dan nikmat ilmu.

Allah Maha Pemurah. Allah Maha Penyayang. Allah melimpahkan nikmat pengajaran dan nikmat ilmu kepada seluruh umat manusia. Nikmat ini telah dimulai sejak zaman nenek moyang manusia, Adam AS. Setelah selesai menciptakan Adam AS, Allah SWT mengajarkan kepadanya banyak ilmu. Allah tidak mengajarkan ilmu-ilmu tersebut kepada bangsa jin dan malaikat. Maka kedudukan Adam AS lebih tinggi daripada kedudukan bangsa jin dan malaikat, dengan perantaraan nikmat ilmu dan pengajaran tersebut.

Selanjutnya Allah melimpahkan nikmat ilmu dan pengajaran kepada anak cucu Adam AS. Allah mengajarkan Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW. Allah mengajarkan tatacara membaca dan banyak ilmu kepada beliau. Dengan itu beliau mampu mengajarkan wahyu Al-Qur’an dan As-Sunnah kepada umat beliau. Ini merupakan bagian dari nikmat Allah yang sangat agung kepada diri Rasulullah SAW dan umat Islam.

Hal itu sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT,

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dia-lah yang telah mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah [62]: 2)

Dengan ini jelaslah bahwa ayat pertama sampai kelima dari surat Al-Alaq ini merupakan motivasi yang sangat kuat agar umat Islam menjadi umat yang bersungguh-sungguh dalam menggapai ilmu. Umat Islam harus menekuni dunia membaca dan menulis. Umat Islam harus menjadi kaum yang berperadaban tinggi, yaitu peradaban ilmu yang berlandaskan wahyu Allah SWT.

 

Wallahu a’lam bish-shawab. [Abu Ammar]

 

Baca Serial Tafsir Surat Al-‘Alaq:    SERI #1 | SERI #2 | SERI #3 | SERI #4 | SERI #5 | SERI #6

 

REFERENSI

Muhammad Thahir bin Asyur At-Tunisi, Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir, Tunis: Ad-Ad At-Tunisiyah, cet. 1, 1984 H.

Prof. Dr. Muhammad Wahbah Az-Zuhaili, At-Tafsir Al-Munir fil ‘Aqidah wa Asy-Syari’ah wa Al-Manhaj, Damaskus: Darul Fikr, cet. 10, 1430 H.

Prof. Dr. Abdurrahman bin Hasan Habannakah Al-Maidani, Tafsir Ma’arij At-Tafakkur wa Daqaiq At-Tadabbur, Damaskus: Darul Qalam, cet. 1, 1420 H.

Prof. Dr. Musthafa Muslim, At-Tafsir Al-Maudhu’i Li-Suwar Al-Qur’an Al-Karim, Sharjah: Jami’ah Ash-Shariqah, cet. 1, 1431 H.

Sa’id Hawa, Al-Asas fi At-Tafsir, Kairo: Darus Salam, cet. 1, 1405 H.

Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi, Tafsir Mahasin At-Ta’wil, Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, cet. 2, 1424 H.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.