Serial Tafsir Surat Al-‘Alaq: #1 Mengenal Surat Al-‘Alaq

199

Mayoritas ulama berpendapat bahwa wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah surat Al-Alaq’, ayat 1 sampai 5. Kelima ayat tersebut diturunkan melalui perantaraan malaikat Jibril AS, saat Rasulullah SAW berada di gura Hira’. Demikian berdasarkan hadits dari Aisyah RA yang disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Surat Al-Alaq sendiri terdiri dari 19 ayat. Semua ayatnya diturunkan semasa dakwah Rasulullah SAW di Makkah, sehingga surat Al-Alaq digolongkan surat Makkiyah. Keempat belas ayat sisanya, yaitu ayat 6 sampai ayat 19, diturunkan saat dakwah Rasulullah SAW sudah menyebar di tengah masyarakat Makkah.

 

TUJUAN SURAT AL-‘ALAQ

Imam Muhammad Thahir bin ‘Asyur At-Tunisi dalam tafsirnya, At-Tahrir wa At-Tanwir, menulis bahwa ayat-ayat dalam surat Al-‘Alaq menunjukkan bahwa surat ini diturunkan Allah dengan mengandung beberapa tujuan penting.

  1. Mengajarkan kepada Rasulullah SAW ayat-ayat Al-Qur’an dan cara membacanya. Sebab, Rasulullah SAW adalah seorang ummi, yaitu orang yang tidak bisa membaca dan menulis.
  2. Isyarat bahwa ilmu untuk dapat membaca wahyu Al-Qur’an itu dimudahkan bagi Rasulullah SAW. Sebab, Allah sendiri yang mengajarkannya kepada beliau SAW melalui perantaraan malaikat Jibril AS. Allah yang mengilhamkan dan mengajarkan umat manusia tulisan, tentu saja sangat mudah bagi-Nya untuk mengajarkannya kepada Rasulullah SAW.
  3. Isyarat bahwa umat Rasulullah SAW akan menjadi umat yang mampu membaca, menulis, dan meraih ilmu pengetahuan.
  4. Arahan kepada Rasulullah SAW dan umatnya untuk memandang, mengkaji, dan meneliti seluruh makhluk yang diciptakan Allah di alam raya ini. Makhluk yang paling dekat adalah diri manusia sendiri, yang telah diciptakan Allah dengan proses yang sangat sempurna.
  5. Ancaman siksaan yang sangat keras bagi orang-orang yang mendustakan Rasulullah SAW dan menghalang-halangi beliau dari melaksanakan shalat dan dakwah kepada petunjuk dan ketakwaan.
  6. Kabar gembira bagi Rasulullah SAW bahwa Allah sendiri yang akan mengawasi, mengalahkan, dan menimpakan siksaan yang keras terhadap orang-orang yang memusuhi dakwah Rasulullah SAW.
  7. Perintah dan dukungan kepada Rasulullah SAW untuk senantiasa teguh di atas kebenaran, shalat, dan segala bentuk ibadah yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.
  8. Perintah dan dukungan kepada Rasulullah SAW untuk tidak gentar terhadap kekuatan musuh-musuh dakwah Islam. Sebab, kekuatan Allah adalah pelindung beliau. Kekuatan Allah-lah yang akan mengalahkan dan menghancurkan kekuatan musuh-musuh dakwah Islam. (Muhammad Thahir bin Asyur, At-Tahrir wa At-Tanwir, juz XXX, hlm. 434)
Baca juga: Upah Menggali Kubur Dan Memandikan Jenazah, Apa Boleh Diterima?

KANDUNGAN SURAT AL-‘ALAQ

Prof. Dr. Wahbah bin Musthafa Az-Zuhaili dalam tafsirnya, At-Tafsir Al-Munir: Fil Aqidah Wa asy-Syari’ah wa Al-Manhaj, menjelaskan bahwa surat Al-Alaq memuat tiga pelajaran besar.

  1. Penjelasan tentang hikmah Allah menciptakan manusia, dan bahwa Allah membekali kehidupan manusia dengan beberapa nikmat besar, yaitu nikmat membaca, menulis, dan ilmu. Dengan ketiga nikmat tersebut, Allah memuliakan manusia atas makhluk-makhluk lainnya.
  2. Penjelasan tentang kesombongan manusia dan pembangkangannya terhadap perintah Allah SWT. Allah melimpahkan beragam nikmat kepada manusia. Seharusnya manusia mensyukuri nikmat-nikmat tersebut dengan ras syukur, tunduk, dan patuh beribadah kepada Allah SWT. Namun manusia justru mengingkari nikmat-nikmat Allah tersebut. Manusia bahkan merasa dirinya kuat, kaya, dan tidak membutuhkan Allah. Manusia bertindak melampaui batas yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
  3. Penjelasan tentang Fir’aun umat ini, yaitu Abu Jahal, yang mendustakan Rasulullah SAW dan menghalang-halangi beliau dari melaksanakan shalat. Allah mengancam Abu Jahal dan orang-orang yang mengikuti jejaknya dengan azab yang sangat pedih; jika mereka tetap bertahan di atas kekafiran, kesombongan, kesesatan, dan permusuhan terhadap dakwah Islam. Allah SWT juga memerintahkan Rasulullah SAW untuk tetap teguh menjalankan perintah Allah SWT dan tidak gentar terhadap ancaman Abu Jahal dan pengikutnya. (Wahbah Az-Zuhaili, At-Tafsir Al-Munir fil ‘Aqidah wa asy-Syari’ah wa Al-Manhaj, juz XV, hlm. 699-700)

 

Wallahu a’lam bish-shawab [Abu Ammar]

 

Baca Serial Tafsir Surat Al-‘Alaq:    SERI #1 | SERI #2 | SERI #3 | SERI #4 | SERI #5 | SERI #6

 

 

REFERENSI

Ismail bin Katsir Ad-Dimasyqi, Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, Beirut: Darul Kitab Al-Arabi, cet. 1, 1432 H.

Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi, Al-Jami’ li-Ahkam Al-Qur’an, Beirut: Muassasah Ar-Risalah, cet. 1, 1427 H.

Muhammad bin Jarir At-Thabari, Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayyil Qur’an, Kairo: Dar Hajar, cet. 1, 1422 H.

Muhammad Thahir bin Asyur At-Tunisi, Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir, Tunis: Ad-Ad At-Tunisiyah, cet. 1, 1984 H.

Prof. Dr. Muhammad Wahbah Az-Zuhaili, At-Tafsir Al-Munir fil ‘Aqidah wa Asy-Syari’ah wa Al-Manhaj, Damaskus: Darul Fikr, cet. 10, 1430 H.

Prof. Dr. Abdurrahman bin Hasan Habannakah Al-Maidani, Tafsir Ma’arij At-Tafakkur wa Daqaiq At-Tadabbur, Damaskus: Darul Qalam, cet. 1, 1420 H.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.